Monday, October 22, 2007
Me VS Roti Bakar Edy
Sabtu kemaren, untuk pertama kalinya setelah 10 tahun di Jakarta, gue dan temen-temen jomblo gue hang out di
Roti Bakar Edy yang terkenal itu.
Impresi awal gue, Pasti
makanannya enak banget karena :
- Terkenal
- Rame banget.. Sampai makan harus ngantri..
- Walaupun tempatnya agak bau karena dekat got..
- Ada artis lho.. Salah satu pemain sinetron yang gue gak tau namanya siapa.
Setelah meneror orang-orang yang sudah selesai makan tapi gak mau beranjak dari tempat duduknya dengan berdiri di dekat meja mereka sambil menyilangkan tangan di dada (tepatnya di atas perut six pack gue), akhirnya kami mendapatkan tempat duduk.
Harganya cukup affordable (ya iyalah.. namanya juga warung tenda), nama paketnya sengaja dibuat unik supaya mudah diingat (walaupun gue gak ingat juga.. Hahaha) dan sedikit tidak appropriate. Contohnya: Nama makanannya
V8 (yang gue pesan nih) diterjemahkan sebagai Roti Bakar Kacang, Keju, Cokelat, t*k*t (instead of susu). Singkat, mudah diingat dan gak appropriate.
Dan ternyata roti bakarnya itu
SANGAT TIDAK ENAK SEKALI. Gue yakin bisa bikin roti bakar yang JAUUUHHH lebih enak dari Roti Bakar Edy. Bahkan Roti Bakar tidak terkenal di pinggir got daerah sunter masih JAUUUHH lebih enak dari Roti Bakar Edy. Gue bingung apa sih yang membuat orang-orang bela-belain pergi ke sana.
Apa memang karakteristik tempat hang out di wilayah selatan itu lebih mengutamakan suasana yang rame dibandingkan kualitas makanannya sendiri?
Tekad gue : Gue tidak akan merusak lidah gue dengan datang ke tempat itu lagi..
Jan Prana memburaikan otaknya pada 12:02 PM