My Photo
Name:
Location: Jakarta, D.K.I, Indonesia



Waktu Saat Ini





Tulisan Lalu


October 2004
February 2005
March 2005
May 2005
July 2005
September 2005
October 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
December 2006
February 2007
March 2007
July 2007
October 2007
November 2007
February 2008
July 2008
December 2008
September 2009
January 2010
May 2010
June 2010
July 2010



Favourite Links

Friendster
Friendster


Daily Christian Quote

Kompas
Kompas - Daily Newspaper


Google
Google - Searching Engine


Blog
Blog


Cineplex
Cineplex



Photobucket
Photobucket





Monday, October 22, 2007

Me VS Roti Bakar Edy

Roti Bakar Edy

Sabtu kemaren, untuk pertama kalinya setelah 10 tahun di Jakarta, gue dan temen-temen jomblo gue hang out di Roti Bakar Edy yang terkenal itu.

Impresi awal gue, Pasti makanannya enak banget karena :
- Terkenal
- Rame banget.. Sampai makan harus ngantri..
- Walaupun tempatnya agak bau karena dekat got..
- Ada artis lho.. Salah satu pemain sinetron yang gue gak tau namanya siapa.

Setelah meneror orang-orang yang sudah selesai makan tapi gak mau beranjak dari tempat duduknya dengan berdiri di dekat meja mereka sambil menyilangkan tangan di dada (tepatnya di atas perut six pack gue), akhirnya kami mendapatkan tempat duduk.

Harganya cukup affordable (ya iyalah.. namanya juga warung tenda), nama paketnya sengaja dibuat unik supaya mudah diingat (walaupun gue gak ingat juga.. Hahaha) dan sedikit tidak appropriate. Contohnya: Nama makanannya V8 (yang gue pesan nih) diterjemahkan sebagai Roti Bakar Kacang, Keju, Cokelat, t*k*t (instead of susu). Singkat, mudah diingat dan gak appropriate.

Dan ternyata roti bakarnya itu SANGAT TIDAK ENAK SEKALI. Gue yakin bisa bikin roti bakar yang JAUUUHHH lebih enak dari Roti Bakar Edy. Bahkan Roti Bakar tidak terkenal di pinggir got daerah sunter masih JAUUUHH lebih enak dari Roti Bakar Edy. Gue bingung apa sih yang membuat orang-orang bela-belain pergi ke sana.

Apa memang karakteristik tempat hang out di wilayah selatan itu lebih mengutamakan suasana yang rame dibandingkan kualitas makanannya sendiri?

Tekad gue : Gue tidak akan merusak lidah gue dengan datang ke tempat itu lagi..


Jan Prana memburaikan otaknya pada 12:02 PM


Comments: Post a Comment