Sunday, July 25, 2010
Gue mendadak kangen tinggal di Jakarta.. Kangen banget.. Pengen balik..
Jan Prana memburaikan otaknya pada 8:49 AM
(0) comments
Wednesday, June 09, 2010
Siapa Dementormu?
Gue percaya setiap orang punya dementor masing-masing. Yang gue maksud sebagai dementor adalah orang yang setiap lu ketemu dia, rasanya kebahagiaan lu lenyap. Ya.. persis seperti di film Harry Potter..
Gue punya! Setiap janji ketemu dia jam 10, dari pagi gue udah sakit perut. Dan setelah kembali dari ketemu dia, kebahagiaan gue belum kembali sampai hari itu berakhir. Dan sayangnya gue harus ketemu dia.
Kenapa dementor itu mesti diciptakan ya?
Labels: curhat
Jan Prana memburaikan otaknya pada 10:13 PM
(0) comments
Gue kecopetan di Hanoi T_T Jangan pernah bilang "Gue nyesal jalan-jalan ke sini.." Bayangin aja, paling gak lu sudah ngabisin 2-3 juta buat jalan-jalan dan lu malah nyesal. Jadinya rugi dua kali atau malah tiga kali. Rugi sudah buang-buang uang, rugi ngabisin jatah cuti, dan rugi perasaan. Bukannya gue gak pernah ngerasa begini. Gue ngalamin nyesal liburan waktu gue liburan ke Kuala Lumpur - Genting.
Bagaimana enggak, promosi pariwisata malaysia "truly asia" yang begitu bagusnya bikin ekspektasi kita jadi ketinggian. Kalo belum pernah ke sana, kesannya twin tower itu wahh banget, padahal ya just another skycrapper. Dan kita juga hanya bisa naik sampai ke tengah, gak boleh sampai ke puncak. Udah gitu untuk dapat tiket gratis naik ke tengah harus antri kaya orang gila. Begitu juga dengan theme park genting, gue pikir bakal bagus banget. Ternyata gak ada apa-apanya dibanding dufan kita tercinta.Gue baru bisa menikmati malaysia sewaktu kunjungan kedua gue.
Gimana sih caranya menikmati liburan? Yang pertama yang penting adalah
jangan punya ekspektasi terlalu tinggi. Di website mana pun promosi wisata di suatu daerah atau negara pasti lebih bagus dibanding aslinya. Karena foto-foto yang ditampilkan sudah diolah sehingga warnanya menarik. Ada temen gue yang menyesal pergi ke phuket karena ternyata lautnya tidak seindah yang ada di foto-foto.
Yang kedua,
jangan salah pilih tempat liburan. Liburan itu harusnya bikin kita bahagia, bukan malah bete. Cari tau dulu gimana cara bikin diri lu sendiri bahagia. melihat birunya laut, berenang, snorkeling, atau diving? Trekking dan mendaki gunung melihat keindahan ciptaan Tuhan dari atas? Melihat kejayaan masa lalu di museum-museum atau kota-kota tua? Melihat perabadan masa kini dan masa depan melalui gedung-gedung wah? Atau shopping? Kalo lu gak suka pantai, jangan liburan ke Phuket, Krabi, Karimun Jawa, dll, liburan aja ke Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, Bandung, dll
Yang ketiga
jangan salah pilih teman jalan. Nyari temen buat jalan-jalan itu jangan cuma buat ngirit ongkos hotel dan taxi. Nyari teman ya harus yang ada chemistry nya. prikitiew chemistry.. hehehe.. Dua kali gue jalan-jalan dengan teman yang malah bikin BT (gak usah sebut lokasinya ya.. gak enak sama orangnya) Cari teman yang sama hobby-nya dan gak gampang sakit hati dan sama-sama punya toleransi tinggi. Kan ngaco kalo yang satu pengen ke pantai, yang satu mau shopping, yang satu suka museum. Dan teman-teman harus sama-sama tanggung jawab cari penerbangan dan hotel. Jangan lu dah capek-capek hunting tiket dan hotel, eh mereka malah cuma komentar doang. Kok hotelnya gak bersih sih, jauh amat dari MRT, kok lu gak pesan bagasi sih? dll
Yang keempat, coba lupakan apapun hal yang gak enak yang terjadi di sana,
nikmatin yang enak-enaknya aja.. Baru-baru ini gue ke Hanoi bareng teman-teman gue dan di sana gue kecopetan. Yang hilang uang tunai dan kartu kredit Citibank. Asli gue bete banget. Tapi temen-temen gue bikin kecopetan itu jadi becandaan jadi gue bisa lebih tenang. Sisa liburan gue ya gue coba nikmatin aja indahnya kota hanoi dan pemandangan halong bay yang luar biasa..
Liburan itu bisa menyenangkan dan bisa jadi disaster, semua tergantung kita sendiri.. selamat liburan :)
Labels: travelling
Jan Prana memburaikan otaknya pada 9:13 AM
(0) comments
Monday, May 10, 2010
Travelling : Is this my passion?
Gue cukup beruntung kerja di FIF. Karena gue bisa jalan-jalan keliling Indonesia gratis. Ya, gue sering sekali perjalanan keliling Indonesia waktu gue masih ditempatkan di Headoffice. Sumatera Utara jangan ditanya, Padang, bukittinggi, palembang, baturaja, jambi, muara bungo, jogja, semarang, tegal, surabaya, malang, banjarmasin, pontianak, palangkaraya, sampit, manado, makassar, palu, poso, jayapura, timika, denpasar, mataram, apa lagi ya??
Yes it's a gift but also a curse. Gue jadi doyan banget jalan-jalan. Setiap ada kesempatan dan tabungan cukup, gue pasti jalan-jalan. Dan kali ini tujuannya ke luar negri. Makin lama makin jauh. Makin jauh tentu makin mahal. Bokek deh.. :) Tapi gue bahagia..
Pertama kali ke luar negri, gue pergi ke singapore. Waktu itu masih jamannya kena pajak fiskal. Karena itu gue berangkat ke singapore lewat batam. Kalau gak salah waktu itu bareng wasty. Tapi dia langsung lewat changi karena sekalian keja. Di airport batam dijemput sama anak FIF (Thanks Edwin) yang kerja di sana, terus diantarkan ke Batam Center. Dari batam center nyebrang ke Singapore naik fery. Sampai si harbour Front langsung bengong. This is my first journey abroad and I dont know what to do.
Dimana imigrasi? Apa yang harus dilakukan di imigrasi? Ini kertas merah diisi apaan? Dengan modal pede plus bahasa inggris secukupnya, gue berhasil keluar dari imigrasi singapore. Keluar imigrasi langsung *doeengg* bingung lagi.. Hahahaha.. Katanya naik MRT ke Novena ke kantor temen gue, MRT itu ada di mana? gimana beli tiketnya? dari harbour front ke Novena gimana caranya? Ada jalur ungu ada jalur merah *langsung muntah darah*
Thank God, Singapore itu sangat tourist friendly. Di pintu-pintu masuk singapore gampang dapat petunjuk tentang singapore. Gak kebayang kalo gue orang Singapore mau jalan-jalan di jakarta. Pasti mabok :)
Kesempatan pertama ini gue sempatin nyebrang juga ke Johor Baru, Malaysia *horee paspor gue distempel lagi* hanya modal S$ 2.2 kalo gak salah. Dan ternyata perasaan takut ke luar negri itu gak beralasan. Banyak pengalaman menarik yang bisa kita nikmatin di luar negri.
Pas balik ke Indonesia emang sedih. Tapi karena gue langsung atur lagi untuk perjalanan berikutnya tahun depannya, jadi kembali semangat.
Sejak itu gue dah beberapa kali ke Singapore dan Malaysia. Plus Thailand dan Hongkong. Next Destination >> Vietnam..
Labels: traveling
Jan Prana memburaikan otaknya pada 2:36 PM
(0) comments
Saturday, January 16, 2010
Gue baru aja balik dari petualangan ke Raja Ampat..
The Best Diving Site in the world... Karena itu menurut gue sebaiknya gue tuliskan catatan perjalanan gue supaya teman-teman yang juga mau nyusul ke sana bisa belajar dari pengalaman gue..
Tulisan ini akan gue bagi dua bagian, bagian yang pertama mengenai tips-tips untuk sampai ke sana dan biaya yang dibutuhkan.. Bagian kedua untuk cerita pengalaman menarik menuju dan selama di raja ampat..
Menuju SorongYa.. ya.. ya.. Salah satu hambatan terbesar untuk ke Raja Ampat ini adalah MUAHALnya tiket ke sorong. Beberapa alternatif pesawat ke Sorong :
- Batavia : Jakarta-Sorong-Jakarta : normal sekitar Rp 3.2 juta
- Lionair : Jakarta-Sorong-Jakarta : normal sekitar Rp 3.4 juta
- Merpati : Jakarta-Sorong-Jakarta : normal sekitar Rp 3 juta
- Expressair : Jakarta-Sorong-Jakarta : gak jelas...
Mahal ya... Buat teman-teman dari Surabaya, bisa naik Express air langsung ke sorong atau naik citilink ke Ujungpandang baru naik pesawat yang disebut di atas ke Sorong..
Untuk teman-teman dari Manado juga ada pesawat langsung ke Sorong Expressair dan Merpati kalo gak salah..
Menuju WaisaiAda beberapa resort sebenarnya yang menyediakan paket ke Raja Ampat ini salah satunya adalah www.papua-diving.com dan www.rajaampatdiveresort.com dan kebetulan gue memakai paket yang dari Raja Ampat Dive Resort (RADR) karena dia menyediakan harga dalam Rupiah.. (contact person Agus 081248442284.. Very helpful)
RADR ini terletak di Waisai Pulau Waigeo 3 jam perjalanan dengan Kapal dari Pelabuhan Rakyat di Sorong. Di Sorong ada 2 pelabuhan : pelabuhan rakyat untuk penyebrangan antar pulau dan satu pelabuhan lagi untuk kapal antar pulau dan cargo..
Ada 3 pilihan transportasi menuju Waisai :
- Kapal penumpang umum Gracelia dengan harga Rp 100.000 per penumpang atau bisa nambah Rp 200.000 untuk sewa 1 kamar 2 tempat tidur biar lebih nyaman
- Kapal express : harga Rp 150.000 per penumpang
- Speed boat : carteran harga Rp 1 juta sampai 7 juta tergantung nego
Kapal Gracelia dan Kapal Express berangkat pada hari yang berbeda.. kebetulan gue berangkat hari Rabu dapatnya kapal Gracelia.. Jangan berharap kenyamanan ya... Yang penting nyampe lah :)
Menuju PenginapanKalau kebetulan speed boat RADR sedang tidak dipakai mengantar tamu diving, mereka akan menjemput kita di Pelabuhan Waisai dan langsung diantar ke cottage.. Tapi kalau mereka sedang tidak bisa menjemput, bisa naik ojek biaya Rp 50.000,- Biasanya tukang ojek gak mau turun dari Rp 70.000, tapi tunggu aja sampai penumpang sepi, biasanya mereka mau juga dibayar Rp 50.000,- and it works.. Hehehe
Biaya menginap dan lain-lainBiaya menginap untuk turis asing bisa dilihat langsung di website.. Tapi ada harga khusus buat wisatawan domestik..
Biaya penginapan plus makan 3X sehari : Rp 350.000/malam
Biaya sewa alat snorkeling : Rp 35.000/hari
Biaya diving : Rp 350.000/site
Kalau gak mau jauh-jauh bisa snorkeling di pantai sekitar cottage juga bagus banget kok.. Karangnya luas dan ikannya banyak..

Kalau mau jalan-jalan sampai perbatasan Phillipines (Pulau Sayang di bagian Indonesia dan Pulau Palawan di bagian Phillipines) bisa juga langsung ditanyakan harganya ke pihak RADR.. Karena gue cuma 1 malam di sana, jadi gak sempat jalan-jalan ke sana :(
Saran gue cuma satu : Sebelum Mati, Selama masih bisa mengapung, LU HARUS KE SANA...
Makin penasaran gak :)
Labels: travelling
Jan Prana memburaikan otaknya pada 4:47 PM
(0) comments